Kampus II Polman Bandung di Majalengka Bersiap Menjadi Pusat Pendidikan Manufaktur dan Energi Terbarukan

Kampus II Polman Bandung di Majalengka Bersiap Menjadi Pusat Pendidikan Manufaktur dan Energi Terbarukan

S

Penulis

Super Admin BEM

29 May 2026

Scroll

Kampus II Polman Bandung di Majalengka Bersiap Menjadi Pusat Pendidikan Manufaktur dan Energi Terbarukan

Majalengka — Politeknik Manufaktur (Polman) Bandung terus memperluas perannya dalam pengembangan pendidikan vokasi melalui pembangunan dan pengembangan Kampus II di Kabupaten Majalengka. Kehadiran kampus ini menjadi bagian dari strategi institusi untuk mendukung pemerataan akses pendidikan tinggi vokasi sekaligus menjawab kebutuhan industri manufaktur dan energi baru terbarukan yang terus berkembang di Indonesia. (polman-bandung.ac.id)


Pengembangan Kampus II tidak hanya berfokus pada penyediaan fasilitas pendidikan, tetapi juga diarahkan sebagai pusat pembelajaran yang mengintegrasikan teknologi manufaktur modern dengan pengembangan kompetensi di bidang energi terbarukan. Lokasi Majalengka dipilih karena memiliki potensi kawasan industri yang terus berkembang serta didukung oleh keberadaan infrastruktur strategis seperti Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati dan sejumlah kawasan industri baru di wilayah Rebana. Pengembangan kawasan tersebut diproyeksikan akan meningkatkan kebutuhan terhadap tenaga kerja vokasi yang kompeten di bidang rekayasa dan manufaktur. (rebana.id)


Sebagai bagian dari penguatan fasilitas pembelajaran, Polman Bandung juga menerima hibah Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) melalui program Renewable Energy Skills Development (RESD) yang didukung Pemerintah Swiss. Peralatan tersebut akan dimanfaatkan sebagai laboratorium pembelajaran bagi mahasiswa sehingga proses pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga melalui praktik langsung menggunakan teknologi yang saat ini diterapkan di dunia industri. (polman-bandung.ac.id)


Keberadaan Kampus II juga diharapkan memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan dunia industri. Dengan pendekatan pendidikan berbasis praktik yang menjadi ciri khas Polman Bandung, mahasiswa nantinya akan memperoleh pengalaman belajar yang lebih dekat dengan kebutuhan sektor industri, mulai dari proses perancangan, manufaktur, otomasi, hingga pengelolaan sistem energi berkelanjutan. Model pembelajaran ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan vokasi sebagai penyedia sumber daya manusia yang siap kerja.


Selain mendukung proses pembelajaran, pengembangan Kampus II diharapkan memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar melalui peningkatan aktivitas ekonomi, terbukanya peluang kolaborasi dengan pelaku usaha lokal, serta hadirnya berbagai program pengabdian kepada masyarakat. Kampus tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan, tetapi juga sebagai pusat inovasi yang mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan wilayah.


Dengan terus berkembangnya Kampus II Majalengka, Polman Bandung menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan vokasi yang adaptif terhadap perubahan teknologi dan kebutuhan industri nasional. Pengembangan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat posisi Polman Bandung sebagai institusi pendidikan vokasi yang berorientasi pada inovasi, kolaborasi, dan pembangunan berkelanjutan.

Kategori Artikel