Mengapa Lagu Tertentu Terus Diputar Berulang? Penjelasan di Balik Fenomena "Repeat"

Mengapa Lagu Tertentu Terus Diputar Berulang? Penjelasan di Balik Fenomena "Repeat"

S

Penulis

Super Admin BEM

28 Apr 2026

Scroll

Mengapa Lagu Tertentu Terus Diputar Berulang? Penjelasan di Balik Fenomena "Repeat"

Bandung — Hampir setiap orang pernah mengalami momen ketika satu lagu diputar berulang kali selama berhari-hari, bahkan berminggu-minggu. Lagu tersebut seolah tidak membosankan meski sudah didengar puluhan kali. Fenomena ini bukan sekadar soal selera musik, tetapi juga berkaitan dengan cara otak manusia memproses pola, emosi, dan memori.

Penelitian di bidang psikologi musik menunjukkan bahwa lagu yang sering diputar berulang umumnya memiliki kombinasi antara unsur yang mudah dikenali dan sedikit kejutan. Pola melodi yang familiar membuat otak merasa nyaman, sementara variasi kecil dalam aransemen atau lirik menjaga rasa penasaran pendengar. Kombinasi tersebut membuat seseorang terdorong untuk kembali mendengarkan lagu yang sama.

Musik juga memiliki hubungan yang erat dengan memori. Sebuah lagu dapat mengingatkan seseorang pada masa sekolah, perjalanan bersama teman, atau momen tertentu dalam hidup. Ketika kenangan tersebut muncul, otak melepaskan respons emosional yang membuat lagu terasa lebih bermakna dibanding sekadar rangkaian nada.

Di era layanan streaming, kebiasaan mendengarkan musik turut berubah. Algoritma rekomendasi pada berbagai platform digital mempelajari pola pendengaran pengguna, kemudian menawarkan lagu-lagu yang memiliki karakter serupa. Akibatnya, seseorang cenderung menemukan musik yang sesuai dengan preferensinya lebih cepat dibanding beberapa tahun lalu.

Fenomena ini juga terlihat di kalangan mahasiswa. Musik sering menjadi teman saat mengerjakan laporan, praktikum, perjalanan menuju kampus, hingga waktu beristirahat. Tidak sedikit yang membuat daftar putar (playlist) berbeda untuk belajar, berolahraga, atau sekadar bersantai setelah menjalani aktivitas yang padat.

Namun, para peneliti juga menemukan bahwa selera musik bersifat dinamis. Lagu yang terus diputar hari ini bisa saja mulai jarang didengarkan beberapa bulan kemudian karena otak telah terbiasa dengan pola yang sama. Saat itulah seseorang mulai mencari pengalaman mendengarkan yang baru.

Pada akhirnya, musik bukan hanya hiburan. Ia menjadi bagian dari cara manusia mengingat, merasakan, dan menghubungkan pengalaman hidup. Mungkin itulah sebabnya setiap orang selalu memiliki satu lagu yang, entah mengapa, selalu ingin diputar sekali lagi.

Kategori Artikel

Berita Terkait