Bandung — Polman Bandung menggelar Seminar Internasionalisasi Pendidikan Vokasi, dihadiri oleh seluruh ketua program studi, sekretaris jurusan, ketua jurusan, serta perwakilan dosen dari setiap program studi. Kegiatan ini menjadi langkah strategis institusi dalam memperkuat kapasitas, memperluas jejaring kolaborasi, dan meningkatkan daya saing di kancah pendidikan vokasi global.
Seminar dibuka secara resmi oleh Wakil Direktur I Bidang Akademik dan Sistem Informasi, Dr. Aris Budiyarto, S.T., M.T., yang dalam sambutannya menyampaikan dukungan penuh terhadap pengembangan program internasional di Polman Bandung sebagai bagian dari upaya memperkuat internasionalisasi pendidikan vokasi. Bertindak sebagai narasumber utama, Hilda Cahyani, S.S., M.Pd., Ph.D. membahas strategi pengembangan internasionalisasi di perguruan tinggi vokasi secara komprehensif.
Internasionalisasi Sebagai Langkah Strategis
Dalam pemaparannya, narasumber menegaskan bahwa internasionalisasi merupakan salah satu langkah strategis bagi perguruan tinggi untuk meningkatkan daya saing dan memperluas jejaring kerja sama di tingkat global. Selain berkontribusi terhadap peningkatan jumlah mahasiswa dan penguatan eksistensi institusi di kancah internasional, internasionalisasi juga membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dalam bidang pendidikan, penelitian, maupun kemitraan dengan institusi luar negeri — sekaligus mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi, khususnya IKU 4 dan IKU 6.
Kesiapan Akademik: Dari Kurikulum hingga EMI
Aspek akademik menjadi perhatian utama dalam proses internasionalisasi. Sejumlah komponen perlu dipersiapkan secara terpadu, di antaranya:
- Penyesuaian kurikulum berstandar internasional
- Pelatihan English as a Medium of Instruction (EMI) bagi dosen dan tenaga kependidikan
- Kesiapan infrastruktur pendukung
- Perencanaan pembiayaan
Berbagai program pendukung tersebut diharapkan mampu menciptakan ekosistem pembelajaran yang siap menerima mahasiswa internasional, sekaligus meningkatkan kompetensi sivitas akademika Polman Bandung.
Urgensi Pembentukan UPA Bahasa
Seminar juga menyoroti pentingnya pembentukan UPA Bahasa sebagai salah satu fondasi pengembangan internasionalisasi institusi. Keberadaan UPA Bahasa diharapkan dapat berperan dalam mempersiapkan kemampuan bahasa asing bagi mahasiswa maupun dosen, baik untuk mendukung mobilitas akademik internasional maupun penyelenggaraan proses pembelajaran di kelas internasional.
Menuju Joint Degree dan Student Exchange
Melalui seminar ini, Polman Bandung memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai strategi, prasyarat, dan tahapan pengembangan internasionalisasi pendidikan tinggi vokasi. Hasil diskusi menjadi masukan penting bagi institusi dalam merumuskan langkah-langkah strategis menuju penyelenggaraan program joint degree, student exchange, dan kelas internasional yang selaras dengan kebutuhan dunia pendidikan tinggi global.
Tanggapan Peserta
Pada akhir kegiatan, dua peserta menyampaikan kesan dan pendapat mereka:
"Materi yang dipaparkan sangat bermanfaat, khususnya bagi program studi saya yang tengah mempersiapkan pembukaan kelas internasional dengan mitra di Taiwan," ujar Muhammad Rizal Aridansyah.
Sementara itu, Ahshonat Khoerunnisa menilai seminar ini memberikan banyak wawasan baru mengenai internasionalisasi pendidikan vokasi dan menjadi motivasi bagi para dosen untuk terus mendukung pengembangan internasional di Polman Bandung.