Changsha, Tiongkok — Politeknik Manufaktur (Polman) Bandung kembali memperkuat kiprahnya di tingkat internasional dengan menghadiri Higher Education Institutions Industrial Digitalization and Artificial Intelligence Forum yang diselenggarakan di Changsha, Hunan Province, Tiongkok, pada 12 April 2026. Forum ini mempertemukan berbagai perguruan tinggi, pelaku industri, dan mitra internasional untuk membahas transformasi pendidikan tinggi dalam menghadapi era digitalisasi industri dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Delegasi Polman Bandung dipimpin langsung oleh Direktur Polman Bandung, Darma Firmansyah Undayat, S.ST., M.T., yang mengikuti berbagai agenda strategis bersama perwakilan institusi pendidikan dari berbagai negara. Kehadiran Polman Bandung dalam forum ini menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring internasional sekaligus memperkuat posisi pendidikan vokasi Indonesia dalam menghadapi perkembangan teknologi global.
Forum membahas berbagai isu strategis, mulai dari pemanfaatan kecerdasan buatan dalam proses pembelajaran, digitalisasi industri manufaktur, pengembangan talenta berbasis teknologi, hingga penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia industri. Para peserta juga bertukar pengalaman mengenai implementasi teknologi digital dalam penyelenggaraan pendidikan vokasi agar lulusan memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri masa depan.
Selain mengikuti sesi konferensi, delegasi Polman Bandung memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menjajaki peluang kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi dan mitra industri di Tiongkok. Pembahasan mencakup potensi pengembangan program student exchange, kolaborasi penelitian, peningkatan kapasitas dosen, serta pengembangan kurikulum yang mengintegrasikan teknologi digital dan kecerdasan buatan ke dalam proses pembelajaran.
Partisipasi dalam forum internasional ini sejalan dengan komitmen Polman Bandung untuk terus memperkuat internasionalisasi institusi. Di tengah pesatnya perkembangan Industri 4.0 dan transformasi digital, pendidikan vokasi dituntut mampu menghasilkan lulusan yang adaptif terhadap perubahan teknologi sekaligus memiliki kemampuan untuk berkolaborasi dalam lingkungan kerja global. Melalui forum ini, Polman Bandung memperoleh wawasan baru yang dapat menjadi landasan dalam pengembangan pendidikan vokasi yang lebih inovatif dan berorientasi masa depan.
Keikutsertaan Polman Bandung pada forum tersebut diharapkan menjadi awal dari lahirnya berbagai kolaborasi internasional yang memberikan manfaat bagi mahasiswa, dosen, maupun institusi. Dengan memperluas jejaring global dan terus mengikuti perkembangan teknologi, Polman Bandung berkomitmen menghadirkan pendidikan vokasi yang mampu menjawab tantangan industri di era kecerdasan buatan dan digitalisasi.