Polman Bandung Gelar Workshop Kurikulum, Siapkan Program Studi Rekayasa Perancangan Presisi

Polman Bandung Gelar Workshop Kurikulum, Siapkan Program Studi Rekayasa Perancangan Presisi

S

Penulis

Super Admin BEM

01 Apr 2026

Scroll

Polman Bandung Gelar Workshop Kurikulum, Siapkan Program Studi Rekayasa Perancangan Presisi

Bandung — Politeknik Manufaktur (Polman) Bandung menyelenggarakan Workshop Penyusunan Struktur Kurikulum, Distribusi Mata Kuliah, dan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) sebagai langkah strategis dalam mempersiapkan pembukaan Program Studi Sarjana Terapan Rekayasa Perancangan Presisi. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 12 hingga 13 Mei 2026, menjadi bagian dari komitmen Polman dalam menghadirkan program studi yang selaras dengan kebutuhan industri manufaktur presisi di Indonesia.


Workshop diikuti oleh dosen tetap, pengelola jurusan, serta perwakilan mitra industri yang bersama-sama menyusun fondasi akademik bagi program studi baru tersebut. Selama kegiatan berlangsung, peserta membahas struktur kurikulum, distribusi mata kuliah, capaian pembelajaran lulusan, hingga penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang mengacu pada standar pendidikan tinggi vokasi dan kebutuhan dunia industri.


Ketua Jurusan Teknik Perancangan Manufaktur, Bustami Ibrahim, S.ST., M.T., IPM, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pembukaan program studi ini merupakan respons terhadap meningkatnya kebutuhan tenaga ahli di bidang perancangan presisi. Ia juga menekankan pentingnya menghadirkan kurikulum yang adaptif, relevan, dan mampu menarik minat generasi muda tanpa menghilangkan esensi kompetensi teknik yang menjadi ciri khas Polman Bandung.


Hari pertama workshop diisi dengan pemaparan kebijakan pengembangan kurikulum berdasarkan Permendikbudristek Nomor 53 Tahun 2023, dilanjutkan dengan kegiatan benchmarking terhadap sejumlah program studi sejenis di tingkat nasional maupun internasional. Selain itu, mitra industri turut menyampaikan masukan mengenai kompetensi yang dibutuhkan dunia kerja pada era Industri 4.0, khususnya di sektor mold & dies dan perancangan produk presisi. Diskusi tersebut menjadi landasan dalam merancang kurikulum yang mampu menjembatani kebutuhan industri dengan proses pembelajaran di kampus.


Pada hari kedua, peserta melakukan sinkronisasi antar mata kuliah, penyusunan dokumen kurikulum, serta perumusan tindak lanjut sebagai dasar implementasi program studi pada tahun akademik mendatang. Workshop juga menghasilkan sejumlah dokumen penting, mulai dari struktur mata kuliah, peta kurikulum, draf RPS, hingga rancangan integrasi model pembelajaran Production-Based Education (PBE) dan Project-Based Learning (PBL) yang selama ini menjadi kekuatan Polman Bandung dalam pendidikan vokasi.


Melalui workshop ini, Polman Bandung menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan pendidikan vokasi yang relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri nasional. Kehadiran Program Studi Sarjana Terapan Rekayasa Perancangan Presisi diharapkan mampu mempercepat lahirnya tenaga profesional di bidang perancangan presisi sekaligus memperkuat daya saing industri manufaktur Indonesia di masa depan.


Kategori Artikel