Majalengka — Polman Bandung menggelar evaluasi menyeluruh terhadap kesiapan penyelenggaraan Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Kampus Majalengka. Kegiatan yang berlangsung langsung di lokasi ini dihadiri oleh Direktur Polman Bandung, Wakil Direktur I, serta Kepala Kantor Pengelola dan Pengembangan Kampus 2, dan menjadi bagian penting dari proses penguatan konsep penyelenggaraan kampus — mencakup aspek organisasi, sumber daya manusia, akademik, fasilitas pendukung, hingga sistem penjaminan mutu.
Struktur Pengelolaan yang Semakin Tegas
Dari hasil pembahasan, diperoleh penajaman terkait struktur pengelolaan Polman Bandung Kampus Majalengka. Kampus ini akan dikepalai oleh Kepala Kantor Pengelola dan Pengembangan Kampus 2, yang bertanggung jawab langsung kepada Direktur dan Wakil Direktur — dengan kedudukan setara Kepala Jurusan di Kampus Utama. Lingkup koordinasinya mencakup Koordinator Program Studi, Kepala Laboratorium Terpadu, serta Kepala Laboratorium, sementara Koordinator Program Studi PSDKU tetap menjaga koordinasi akademik dengan Kepala Jurusan di Kampus Utama.
Model Pembelajaran: Step Block System dan PBL
Dari sisi penyelenggaraan pembelajaran, Kampus Majalengka akan menerapkan model step block system — yang masih memerlukan simulasi mendalam sebelum diterapkan secara menyeluruh. Pendekatan Project Based Learning (PBL) juga akan diarahkan untuk mendukung pengembangan dan pemenuhan kebutuhan peralatan laboratorium, dengan sistem penjaminan mutu yang tetap terintegrasi dengan Kampus Utama.
Kesiapan Operasional dan Kemahasiswaan
Dalam aspek pendukung operasional, tenaga kependidikan dan tenaga administrasi akan direkrut secara khusus untuk ditempatkan di Kampus Majalengka. Pengelolaan kegiatan kemahasiswaan turut disesuaikan dengan karakteristik kampus: organisasi tingkat Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) tetap terpusat di Bandung, sementara kegiatan kemahasiswaan di Kampus Majalengka berada pada tingkat Himpunan Mahasiswa (HIMA).
Selain kegiatan akademik, Kampus Majalengka juga direncanakan menjadi lokasi penyelenggaraan kegiatan akademik internasional seperti International Conference dan Innovation Exhibition — menegaskan ambisi kampus ini bukan sekadar perluasan fisik, melainkan simpul baru aktivitas akademik bertaraf global.
Bagian dari Pengembangan Kawasan Rebana
Polman Bandung Kampus Majalengka merupakan bagian dari pengembangan Polman Bandung di kawasan Rebana, wilayah yang memiliki potensi besar menjadi salah satu pusat pertumbuhan industri dan inovasi baru di Indonesia. Karena itu, pengembangan kampus perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan memperhatikan kesiapan seluruh aspek tri dharma perguruan tinggi.
Konsep Sudah Baik, Namun Perlu Percepatan
Hasil evaluasi menunjukkan bahwa Polman Bandung Kampus Majalengka telah memiliki konsep penyelenggaraan yang baik serta fasilitas yang secara bertahap terus dilengkapi. Meski demikian, masih diperlukan percepatan dalam pemenuhan kebutuhan sumber daya utama dan pendukung, di antaranya:
- Kesiapan pengelola PSDKU untuk aktif berada di Kampus Majalengka
- Penyusunan grand plan pengembangan sumber daya manusia
- Penguatan kaderisasi kepemimpinan
- Dukungan mobilisasi dosen
- Peningkatan kompetensi metodik didaktik dan pelaksanaan online course
- Penyediaan unit Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
Penekanan pada Keselarasan Nilai Institusi
Direktur Polman Bandung menekankan pentingnya membangun keselarasan pengembangan antara Kampus Utama dan Kampus Majalengka. Menurut Prof. Dr. Ing. Yuliadi Erdani, M.Sc., IPU., keberhasilan pengembangan kampus tidak hanya bergantung pada aspek fisik dan fasilitas, tetapi juga pada penguatan identitas serta nilai-nilai institusi.
"Diperlukan penguatan visi dan misi ke-Polman-an agar percepatan pengembangan Polman Bandung Kampus 2 dapat dicapai bersama-sama," ujar Prof. Dr. Ing. Yuliadi Erdani, M.Sc., IPU.