Majalengka — Politeknik Manufaktur (Polman) Bandung resmi menggelar Training of Trainers (ToT) sebagai bagian dari implementasi Renewable Energy Skills Development (RESD) Fase 2, sebuah program kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Swiss untuk memperkuat pendidikan vokasi di bidang energi baru dan terbarukan. Kegiatan yang dilaksanakan di Kampus II Polman Bandung, Kabupaten Majalengka, ini menjadi langkah awal dalam meningkatkan kapasitas tenaga pendidik sekaligus memperkuat kesiapan institusi menghadapi kebutuhan industri energi bersih di masa depan.
Program RESD Fase 2 merupakan hasil kolaborasi State Secretariat for Economic Affairs (SECO) Swiss, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, serta berbagai mitra pendidikan vokasi di Indonesia. Memasuki fase kedua yang berlangsung hingga 2028, program ini memperluas cakupan dukungan kepada 19 politeknik dan balai pelatihan vokasi melalui pengembangan kurikulum, peningkatan kompetensi tenaga pendidik, serta penyediaan fasilitas pembelajaran yang mendukung teknologi energi terbarukan.
Pada pelaksanaan ToT di Polman Bandung, para dosen mengikuti pelatihan Teknologi Baterai dan Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA), dua kompetensi yang saat ini menjadi bagian penting dalam pengembangan sistem energi modern. Teknologi baterai berperan dalam sistem penyimpanan energi dan kendaraan listrik, sedangkan SCADA digunakan untuk mengendalikan serta memantau berbagai sistem industri, termasuk pembangkit listrik tenaga surya dan jaringan energi cerdas (smart grid). Melalui pelatihan ini, para dosen diharapkan mampu mengintegrasikan perkembangan teknologi terbaru ke dalam proses pembelajaran sehingga lulusan memiliki kompetensi yang selaras dengan kebutuhan industri.
Selain pelaksanaan pelatihan, Polman Bandung juga menerima hibah peralatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang akan dimanfaatkan sebagai laboratorium pembelajaran. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan mampu memperkuat proses praktik mahasiswa sekaligus mendukung pengembangan Kampus II Majalengka sebagai pusat pendidikan vokasi yang berfokus pada manufaktur maju, elektrifikasi, otomasi industri, dan energi baru terbarukan.
Dalam sambutannya, Direktur Polman Bandung menegaskan bahwa pendidikan vokasi harus mampu menghasilkan sumber daya manusia yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan industri. Penguatan kompetensi dosen melalui ToT menjadi salah satu strategi penting agar proses pembelajaran dapat terus mengikuti perkembangan teknologi energi terbarukan yang berkembang pesat di tingkat global. Di sisi lain, perwakilan RESD menyampaikan bahwa hubungan kerja sama antara Pemerintah Swiss dan Polman Bandung yang telah terjalin selama lebih dari lima dekade menjadi landasan kuat dalam pengembangan berbagai program vokasi, yang kini diperluas ke sektor energi bersih.
Melalui penyelenggaraan RESD Fase 2, Polman Bandung semakin memperkuat perannya sebagai institusi pendidikan vokasi yang tidak hanya berfokus pada pengembangan teknologi manufaktur, tetapi juga aktif mendukung transisi energi nasional melalui peningkatan kualitas pendidikan, penguatan kompetensi tenaga pendidik, dan penyediaan sarana pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan masa depan.