Enam Kampus, Satu Misi: Polman Bandung Perkuat Kompetensi Keamanan Siber

Enam Kampus, Satu Misi: Polman Bandung Perkuat Kompetensi Keamanan Siber

S

Penulis

Super Admin BEM

14 Jul 2026

Scroll

Enam Kampus, Satu Misi: Polman Bandung Perkuat Kompetensi Keamanan Siber

Bandung — Politeknik Manufaktur (Polman) Bandung resmi menjadi salah satu dari enam perguruan tinggi di Indonesia yang menjalin kemitraan strategis dengan Positive Technologies, perusahaan keamanan siber asal Rusia. Kerja sama tersebut diumumkan dalam forum internasional Russia–Islamic World: Kazan Forum 2026 dan menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas pendidikan tinggi Indonesia dalam menghadapi tantangan keamanan digital yang semakin kompleks.

 

Selain Polman Bandung, kerja sama ini juga melibatkan Universitas Padjadjaran, Universitas Brawijaya, Universitas Pendidikan Indonesia, Institut Teknologi dan Sains Mandala, serta Universitas Darul Ma'arif. Melalui kemitraan tersebut, perguruan tinggi diharapkan dapat memperluas akses terhadap pengembangan kurikulum, pelatihan, sertifikasi, hingga pemanfaatan teknologi yang relevan dengan kebutuhan industri keamanan siber.

 

Bagi Polman Bandung, kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kompetensi di era transformasi digital. Perkembangan industri tidak hanya menuntut kemampuan merancang sistem manufaktur yang efisien, tetapi juga memastikan sistem tersebut terlindungi dari ancaman siber. Dalam konsep Industry 4.0, mesin produksi, robot industri, sensor IoT, hingga jaringan pabrik saling terhubung melalui internet. Kondisi ini meningkatkan produktivitas, tetapi juga memperluas potensi risiko apabila aspek keamanan digital diabaikan.

 

Kehadiran kerja sama internasional membuka peluang bagi sivitas akademika untuk mengenal praktik terbaik dalam bidang keamanan siber. Pengembangan kurikulum, pelatihan dosen, hingga kolaborasi penelitian diharapkan mampu memperkaya proses pembelajaran dan mempersiapkan lulusan yang memiliki pemahaman mengenai keamanan sistem digital, khususnya pada sektor industri manufaktur.

 

Secara institusional, kemitraan ini juga mencerminkan perubahan arah pendidikan vokasi. Jika sebelumnya fokus utama berada pada penguasaan proses produksi dan otomasi, kini aspek keamanan informasi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pengembangan kompetensi. Dunia industri membutuhkan tenaga kerja yang tidak hanya mampu membangun sistem digital, tetapi juga menjaga keandalan dan keamanannya.

 

Langkah tersebut sejalan dengan meningkatnya perhatian pemerintah terhadap penguatan ekosistem keamanan siber nasional. Perguruan tinggi memiliki peran penting sebagai penyedia sumber daya manusia, pusat penelitian, sekaligus mitra industri dalam mengembangkan solusi terhadap ancaman digital yang terus berkembang.

 

Melalui kemitraan internasional ini, Polman Bandung menunjukkan komitmennya untuk terus memperluas jejaring global sekaligus menyesuaikan pengembangan institusi dengan kebutuhan industri masa depan. Di tengah percepatan transformasi digital, investasi pada kompetensi keamanan siber menjadi bagian penting dalam menjaga daya saing pendidikan vokasi Indonesia. 


Kategori Artikel